TPU Karet Bivak Ramai, Penjual Bunga Ramaikan dengan Pendapatan Rp 1 Juta Setiap Harinya

Arkanapulsa.id, Blora – Peddlers selling flowers at the Karet Bivak public cemetery in Menteng, Jakarta, experienced a blessing with the arrival of pilgrims in advance of Ramadan. One flower vendor can earn IDR 1m ($70) per day thanks to the influx of visitors. However, another vendor, Intan, has been less fortunate, as she is yet to receive sufficient sales at the busy location.

TPU Karet Bivak Ramai, Penjual Bunga Raih Rp 1 Juta Per Hari

#TPU #Karet #Bivak #Ramai #Penjual #Bunga #Raih #Juta #Hari

TPU Karet Bivak Ramai, Penjual Bunga Raih Rp 1 Juta Per Hari

TPU Karet Bivak di Jakarta Selatan menjadi salah satu tempat yang ramai dikunjungi oleh warga sekitar. Selain sebagai tempat pemakaman, TPU Karet Bivak juga menjadi tempat berjualan bagi beberapa pedagang, salah satunya adalah penjual bunga.

Penjual Bunga TPU Karet Bivak

Penjual bunga di TPU Karet Bivak sudah menjual bunga di sana selama puluhan tahun. Ia memulai usahanya dengan membuka warung di pasar tradisional sekitar sebelum akhirnya pindah berjualan di TPU Karet Bivak.

Ia membuka lapak di area parkir depan TPU. Di sana, ia menjual berbagai macam bunga, mulai dari bunga potong hingga bunga kering. Para pengunjung TPU pun berbondong-bondong datang ke lapaknya untuk membeli bunga sebagai tanda penghormatan terakhir kepada keluarganya yang sudah meninggal.

Pendapatan Penjual Bunga TPU Karet Bivak

Tidak dipungkiri, penjual bunga di TPU Karet Bivak memiliki pendapatan yang cukup besar. Ia bisa meraup omzet sekitar Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta per hari. Namun, hal itu tidak bisa terjadi begitu saja. Penjual bunga harus bekerja keras untuk bisa mencapai angka tersebut.

Ia harus datang ke sana sejak pagi hari untuk mempersiapkan barang dagangannya yang didatangkan langsung dari sentra bunga di Puncak. Selain itu, ia juga harus bersaing dengan penjual bunga lainnya yang ada di sekitar TPU. Tak jarang ia harus menawar harga dengan para pembeli agar tidak kalah saing.

Kesimpulan

Penjual bunga di TPU Karet Bivak memang memiliki penghasilan yang besar. Namun, pekerjaan mereka tidaklah mudah. Mereka harus tahan terhadap panas dan hujan, serta bersaing dengan penjual bunga lainnya. Namun, mereka tetap semangat menjalani usaha mereka karena mereka tahu bahwa bunga yang mereka jual bisa memberikan tanda terakhir penghormatan orang yang sudah meninggal kepada keluarganya.

Baca juga :  Kewaspadaan Tinggi! Virus Corona Bisa Bertahan Hingga Berjam-jam di Permukaan Benda Mati


Arkanapulsa.id – Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Menteng, Jakarta Pusat dipadati peziarah dari berbagai daerah pada Sabtu (18/3/2023). Masuknya jemaah jemaah menjelang Ramadhan ternyata menjadi berkah tersendiri bagi beberapa pedagang bunga yang antre di depan TPU.

Salah satunya, Ami (41), penjual bunga asal Petamburan, berjualan untuk membantu ibu mertuanya sejak pekan lalu. Katanya, omzet yang diterima bisa mencapai Rp 1 juta per hari.

“Seminggu bisa kotor Rp 7 juta, tahun ini jemaah haji banyak, bahkan mungkin besok Minggu,” kata Ami di MNC Portal, Sabtu (18/3/2023).

Setidaknya setiap hari dia bisa menjual sekitar 50-75 bungkus bunga seharga Rp. 10 ribu per bungkus. Serta 1.000 botol air mawar seharga Rp. 7500 per botol.

“Mulai Sabtu kemarin sudah ramai, mungkin besok, semoga lebih ramai dari hari ini,” kata Ami yang berjualan sejak pukul 06.00 pagi tadi.

Sebaliknya, Intan (64), warga Rusun Benhil 2, Sabtu sore ini tak mendapat tunjangan. Bahkan, ia menunjukkan uang hasil penjualan kurang dari Rp 200.000.

“Saya belum dapat 200.000. Saya belum dapat. Orangnya banyak, tapi uangnya belum saya terima, masih banyak yang minat,” kata Intan.

Wanita yang akrab dengan nenek Ciko itu menuturkan, peziarah pun banyak yang tidak yakin dengan hasil penjualan bunga. Biasanya dia bisa mendapatkan omzet hingga Rp 5-10 juta setiap dua minggu.

“Belum tentu, biasanya kalau masuk 2 minggu mungkin 5 juta atau 10 juta, sayang sekali,” ujarnya.

Berbeda dengan pedagang lain, nenek Ciko kerap tidak mematok harga bunga yang dijualnya. Menurutnya nasibnya sudah diatur oleh Tuhan.

“Kadang tergantung penawaran, satu bungkus bunga harganya Rp 10.000, ada yang 2 Rp 15.000. Ada yang berlangganan, biasanya saya kasih Rp 5.000 saja, saya terima juga,” ujarnya.

(MENGAPA)

Kesempatan Berbisnis e-wallet dan Distributor PPOB Di buka

Berdagang Pulsa dan Toko PPOB yaitu Usaha yang menguntungkan. Walaupun di masa pandemi, kebutuhan pulsa untuk masyarakat Indonesia menjadi hal yang primer, seperti bayar tagihan, membeli pulsa kuota, voucher online game, refill saldo E-MONEY serta kebutuhan lain.

Semuanya dapat dikondisikan di Arkana Pulsa sebagai Jual pulsa termurah yang menjanjikan. Usaha di Arkana Pulsa dapat dikelola oleh siapa saja dengan modal kecil. Pluang masih terbuka lebar untuk membuka Dagang agen pulsa dan loket pembayaran ppob dengan Arkana Pulsa

Bagaimana Menjual Pulsa dan Tagihan PPOB di Arkana Pulsa?

Berjualan pulsa dan loket pembayaran ppob kami adalah solusi Bisnis buat masyarakat Indonesia yang pingin memiliki Dagang pulsa elektronik, pulsa data, paket sms & nelpon, Usaha isi ulang GoPay, OVO, DANA, LinkAja, Shopee, dll, Berjualan voucher game online paling murah dan komplit serta voucher tv kabel prabayar

DAFTAR SEKARANG

Demikian News update terviral mengenai TPU Karet Bivak Ramai, Penjual Bunga Raih Rp 1 Juta Per Hari

dengan tags #TPU #Karet #Bivak #Ramai #Penjual #Bunga #Raih #Juta #Hari yang maybe saja tak berarti apa-apa buat Anda, Namun setidaknya dapat menambah pengetahuan buat kalian 🙂